Loading Now
×

e-LEARNING : PENGANTAR

e-LEARNING : PENGANTAR

I. SEKILAS e-LEARNING

Perkembangan dunia pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kemajuan bidang TIK mendorong pengembangan konsep dan mekanisme proses pembelajaran berbasis Teknologi Informasi (TI). Konsep pembelajaran berbasis TI yang dikenal dengan e-Learning ini mendorong proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik isi (contents) maupun sistem proses belajar mengajar.

Penerapan e-Learning dalam proses pembelajaran saat ini layak menjadi suatu alternatif untuk dipertimbangkan. Konsep e-Learning menawarkan pilihan bagi institusi dalam meningkatkan aksesabilitas dan angka partisipasi kasar bidang pendidikan. Hambatan utama yang sering muncul dalam implemantasi e-Learning adalah kemampuan dalam penguasaan teknologi terkini, aturan main dalam kurikulum dan sistem perkuliahan.

Dewasa ini telah terjadi gap antara pengajar (dosen dan guru) dengan peserta didik dalam penguasaan teknologi informasi semakin jauh. Sebagian besar guru dan dosen lebih lambat dalam menguasai TI dibanding anak didik. Pengajar lebih fokus pada penyediaan konten pembelajaran.

Implementasi e-Learning dapat meniadakan batasan jarak, ruang dan waktu. Peserta didik tidak perlu berada dalam satu ruang dan waktu yang sama untuk mempelajari suatu materi kuliah. Tempat, waktu, dan materi kuliah dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan suasana yang diinginkan dan dapat dilakukan berulangkali. Sistem ini juga mampu meningkatkan efektifats waktu seorang pengajar. Pembaruan (update) materi ajar, pengumuman, tugas dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dengan cepat.

 2. FUNGSI e-LEARNING

Fungsi e-Learning terhadap kegiatan pembelajaran yaitu sebagai suplemen yang bersifat pilihan, pelengkap (komplemen) atau pengganti (substitusi)

Suplemen (Tambahan). Peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Tidak ada keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.

Komplemen (Pelengkap). Materi pembelajaran elektronik diprogram untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik melalui perkuliahan tatap muka. Materi pembelajaran elektronik dapat menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

  1. Materi pembelajaran elektronik sebagai enrichment ditujukan kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai materi pelajaran yang disampaikan instruktur secara tatap muka (fast learners) dan diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan oleh instruktur.
  2. Materi pembelajaran elektronik sebagai program remedial ditujkan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan instruktur secara tatap muka di kelas (slow learners) dan diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan instruktur.

Substitusi (Pengganti). Pembelajaran elektronik merupakan salah satu alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari peserta didik. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:

  1. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional),
  2. Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet,
  3. Sepenuhnya melalui internet.

LMS juga sering disebut sebagai Virtual Learning Environment (VLE), learning content management systems (LCMS), course management systems (CMS), ataupun content management systems (CMS). Beberapa contoh LMS diantaranya adalah Moodle, ATutor, Claroline, docebol, Dokeos dan Interact.

Pages: 1 2 3