FERMENTASI BAHAN PAKAN
2.2. Jenis-jenis Fermentasi
Fermentasi dapat dikelompokkan dalam dua model utama (Chahal dan Chahal, 1998; Pandey et al., 2000) yaitu:
- fermentasi media cair (liquid state fermention, LSF atau submerged fermentation, SmF atau SF) yaitu proses penumbuhan mikroorganisme dalam larutan yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
- fermentasi media padat (solid state fermentation, SSF) yaitu suatu proses dimana mikroorganisme ditumbuhkan pada substrat padat tanpa air bebas (Kavanagh 2005; Latief et al. 2008).
Perbedaan mendasar diantara kedua jenis fermentasi ini adalah dalam penggunaan air dan substrat untuk tumbuh mikroorganisme. SSF hanya (bukan berarti tidak) membutuhkan sedikit air dan mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak pada padatan bukan pada larutan.
Penggunaan model SmF lebih populer didunia Barat terkait dengan produksi alkohol dan kemajuan pemahaman teknologi fermentasi dalam menghasilkan berbagai produk fermentasi.
Model SmF mempunyai produk yang lebih beragam dibandingn SSF, namun SSF mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan SmF (Tabel 1) diantaranya konsentrasi produk yang lebih tinggi, polutan yang lebih rendah dan kebutuhan fermentor yang lebih sederhana.
Tabel 1. Perbedaan antara fermentasi media cair dan media padat
| FAKTOR | FERMENTASI MEDIA CAIR | FERMENTASI MEDIA PADAT |
| Substrat | Substrat terlarut | Substrat tak larut: pati, selulosa, pektin, lignin |
| Kondisi Suci Hama | Sterilisasi panas dan kontrol suci hama | Perlakuan pengukusan, kondisi kurang steril |
| A i r | Konsusmi air dan sisa air buangan (effluents) yang banyak | Sedikit konsumsi air, rendah aktivitas air dan tanpa effluents |
| Panas Metabolik | Pengontrolan temperatur lebih mudah | Kemampuan transfer panas rendah |
| Aerasi | Keterbatasan oksigen terlarut, membutuhkan tingkat udara yang tinggi | Aerasi mudah dan pertukaran permukaan udara tinggi |
| Kontrol pH | Kontrol pH mudah | Substrat padat berpenyangga |
| Mekanisme agitasi | Homogenitas baik | Kondisi statis |
| Inokulasi | Inokulasi mudah | Inokulasi spora |
| Kontaminasi | Sering terjadi pada strain bakteri tunggal | Sering terjadi pada fungi dengan laju pertumbuhan lambat |
| Konsumsi energi | Tinggi | Rendah |
| Polutan | tinggi | Rendah |
| Konsentrasi Produk | 30-80 g L-1 | 100-300 g L-1 |
Sumber: Raimbault (1998)


