Loading Now
×

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

4.3. Kapang Penghasil Mikotoksin

Dari sekitar 200.000 spesies kapang yang dikenal, sekitar 50 spesies membahayakan manusia. Kelompok kecil kapang ini dapat menimbulkan masalah serius bagi pembuat pakan dan peternak. Kapang dari genus Aspergillus, Fusarium dan Penicillium merupakan kapang utama penghasil mikotoksin.

Produksi mikotoksin oleh Aspergillus dapat terjadi sebelum dan sesudah panen (selama penyimpanan bahan), Fusarium sebelum panen dan Penicillium setelah panen. Sekitar 300 jenis mikotoksin dilaporkan telah diproduksi oleh berbagai spesies kapang.

Tabel 4. Kapang dan produksi mikotoksin

Kapang Mikotoksin
Aspergillus flavus, A.parasiticus Aflatoxin
A. flavus Cyclopiazonic acid
A. ocraceus, Penicillium viridicatum, P. cyclopium Ochratoxin A
A. citrinum, P. expansum Citrinin
A. citreo-viride Citreaviridin
Fusarium culmorum, F. graminearum Deoxynivalenol
F. sporotrichioides, F.poae T-2 Toxin
F. sporotrichioides, F. poae, F. graminearum Diacetoxyscirpenol
F. culmorum, F.graminearum, F. sporotrichioides Zearalenone
F. moniliforme Fumonisin moniliformin, fusaric acid

A. Genus Aspergillus

Kapang Aspergillus merupakan genus penting yang terkait dengan kerusakan bahan pakan. Genus Aspergillus merupakan kelompok besar yang terdiri hampir 100 spesies yang dikenal dan sekitar 50 spesies diantaranya diketahui menghasilkan toksin.

Kapang Aspergillus flavus mempunyai kondisi optimum 30oC untuk tumbuh dan menghasilkan aflatoksin (Tabel 5). Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh A. flavus dan A. paraciticus. Nama AFLATOXIN berasal dari kata Aspergillus FLAvus dan TOXIN. A. flavus menghasilkan aflatoksin B1 dan B2, A.paraciticus menghasilkan aflatoksin B1, B2, G1 dan G2. Pengelompokkan aflatoksin menjadi B1, B2, G1 dan G2 didasarkan kepada kemampuannya dalam memancarkan cahaya. Metabolit akan memancarkan warna biru (B metabolite) atau warna hijau (G metabolit). Subskrip menunjukkan pola pemisahan pada pengujian dengan TLC. Penelitian lebih lanjut aflatoksin juga ditemukan pada susu yang diberi nama aflatoksin M1 dan M2.

Gambar 11. Kapang A. flavus

Tabel 5. Kondisi Optimum untuk Pertumbuhan A. flavus

Faktor Optimum Kisaran
Suhu (oC) 30 26.7 – 43.3
Kelembaban (%) 85 62 – 99
Kadar Air (%) 18 13 – 20

Gambar 12. A. flavus pada jagung

DAFTAR ISI

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13