KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN
3.5. Pengendalian Hama Tikus
Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara fisik dan kimiawi. Perlakuan secara fisik dapat dilakukan dengan meningkatkan kebersihan, membangun tempat penyim-panan antitikus dan pencegahan alami.
Tikus membutuhkan makanan dan tempat berlindung. Sanitasi dan kebersihan lingkungan merupakan syarat mutlak pencegahan serangan oleh tikus. Kebersihan tidak terbatas pada bangunan tempat menyimpan bahan pakan, tetapi juga pada bangungan dan tanaman yang ada disekitar tempat penyimpanan.
Adanya kendala dalam membuang bahan pakan yang tercecer disekitar gudang, dapat diatasi dengan menutup akses masuk bagi tikus ke dalam bangunan penyimpanan.
Pengendalian hama tikus secara kimiawi dapat dilakukan dengan pemberian rodentisida akut atau kronis dan fumigasi.
Rodentia akut sangat efektif dapat mematikan tikus dalam waktu singkat. Berdasarkan efektifitas daya bunuhnya rodentia dibedakan menjadi: daya racun sangat tinggi dan berbahaya bagi manusia dan ternak (arsenic trioxyde, crimidine, flouracetamide, phosacetim); daya racun moderat dan berbahaya bagi manusia dan ternak (alpha-chloralose, alpha-naphthyl-thiounea, calciferol, zinc phosphide) dan daya racun relatif rendah dan kurang berbahaya bagi manusia dan ternak (nobormide, red-squill)
Rodentisida antikoagulan akan menghambat proses pembekuan darah, sehingga tikus akan mati akibat pendarahan. Antikoagulan akan bekerja setelah tikus makan racun beberapa kali (brodifacum, bromodiolon, difenacum, warfarin, fumarin, cumatetralyl)
Fumigasi merupakan pengendalian tikus menggunakan senyawa fumigan (hidrogen cyanida, metil bromida, fosfin)