PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan mendorong para peneliti untuk menciptakan teknik yang lebih mudah dalam mengevaluasi bahan pakan. Evaluasi tersebut tentu saja mempertimbangkan faktor biaya, waktu dan tenaga. Percobaan yang dilakukan pada ternak secara langsung terutama untuk ternak ruminansia sangat membutuhkan biaya dan tenaga yang besar.
Evaluasi suatu bahan pakan dalam tubuh sering memerlukan sampel yang sengaja diambil atau dimasukkan ke dalam beberapa bagian alat pencernaan tertentu dari ternak ruminansia. Teknik in sacco mengevaluasi pakan dengan memasukkan sampel ke dalam tubuh ternak sementara dalam teknik in vitro dibutuhkan caira rumen dari ternak ruminansia.
Teknik yang sering digunakan dan telah berkembang dengan baik untuk membantu dalam mengevaluasi bahan pakan atau ransum adalah teknik operatif berupa pembuatan kanula (kanulasi) dan fistula (fistulasi). Dengan cara pembedahan, dibuat lobang tetap pada tubuh ternak sehingga para peneliti dapat melaksanakan maksudnya dengan mudah. Dengan pembuatan kanula maupun fistula, para peneliti antara lain dapat (a). menentukan laju pakan (b). mengumpulkan cairan alat pencernaan (c). memasukkan bahan ke dalam beberapa bagian alat pencernaan dan (d). menentukan kecernaan pakan pada masing-masing alat pencernaan.
PENGERTIAN KANULASI DAN FISTULASI
Kanulasi adalah suatu metode dimana suatu kanula (tube) dipasang dimasukkan ke dalam suatu rongga organ sehingga organ tersebut dapat berhubungn dengan luar badan. Bentuk kanulasi yang sering dan mudah dilaksanakan adalah kanulasi pembuluh darah balik (vena) di vena jugularis. Sebuah jarum yang berongga besar dimasukkan ke dalam vena yang akan dipasang kanula dan sebuah pipa kecil. Kanula dimasukkan lewat jarum sampai ke vena. Setelah sampai ke vena, jarum bisa tetap tinggal disitu atau diambil. Anti koagulasi, misalnya heparin dapat disemprotkan ke dalam kanula dan sampel darah dapat diambil secara periodik tanpa mematik pembuluh darah balik setiap pengambilan darah. Apabila kanula tidak dipakai, sebuah kawat kecil ditempatkan ke dalam rongga untuk mencegaah pembekuan darah. Fistulasi adalah suatu metode pembuatan suatu lubang ke dalam suatu rongga organ sehingga tepi-tepi lobang tersebut dijahit keluar dengan bagian luar tubuh. Kemudian suatu sumbat ditutupkan pada lubang tersebut untuk menghidari kebocoran isi organ. Apabila ingin mengambil sampel isi organ atau memasukkan bahan ke dalam organ, sumbat dapat dibuka dengan mudah. Fistula berbeda dengan kanula, fistula nerupakan lubang permanen di dinding badan dan organ, sedangkan kanula adalah suatu pipa yang menghubungkan organ sebelah dalam dengan luar dan tidak tetap.
Fistula yang sering dilakukan adalah fistula rumen. Fistula rumen biasanya dipakai dalam studi kecernaan ternak ruminansia. Para peneliti dapat mempelajari dengan jelas pergerakan rumen dan mengambil cairan rumen setiap waktu yang diinginkan untuk analisis kecernaan in vitro sehingga ternak ruminansia yang berfistula merupakan terrak donor. Selain itu ternak yang berfistula dapat dipakai sebagai ternak untuk percobaan in sacco.
FISTULASI RUMEN
Prinsip fistulasi rumen ialah suatu penjepit logam (metals clamp) dipasang untuk menjepit dinding rumen yang ditarik keluar melalui irisan dinding lambung ternak. Penjepit menyebabkan aliran darah ke dalam dinding rumen terhambat, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan disekitar penjepit dan dinding rumen akan menempel dengan dinding badan. Sekitar 7 – 10 hari dinding rumen yang terjepit akan nekrosis, penjepit dilepas sehinga terjadi lubang dengan ukuran tertentu yang siap dipasang kanula.
Ilustrasi Efek Fistulasi Terhadap Konsumsi Pakan (Preston 1986)
