PRINSIP DASAR PEMBUATAN SILASE
4. Aditif Silase
Aditif silase dapat dibagi menjadi 3 kategori umum yaitu a. stimulan fermentasi, seperti inokulan bakteri dan enzim; b. inhibitor fermentasi seperti asam propionat, asam format dan asam sulfat; dan c. substrat sepertii molases, urea dan amonia.
a. Inokulan Bakteri
Hijauan secara alami mengandung beberapa tipe bakteri baik yang menguntungkan maupun merugikan (Tabel 2). Beberapa produk akhir dapat dihasilkan dalam proses fermentasi (Tabel 3), dan beberapa diantaranya dapat menurunkan kualitas silase yang dihasilkan. Konsep penambahan inokulan bakteri adalah untuk memacu pertumbuhan BAL homofermentatif yang dapat segera menghasilkan asam laktat untuk menurunkan pH silase. Beberapa BAL yang digunakan sebagai inokulan pada silase dan alasan penggunaannya ditampilkan pada Tabel 4. Karakteristik dasar yang harus dimiliki oleh inokulan bakteri antara lain dapat beradaptasi pada bahan dengan kadar air tinggi, dapat beradaptasi dengan temperatur lingkungan, toleransi terhadap keasaman, menghasilkan bakteriosin toleransi terhadap PHAGE, dan berperan sebagai probiotik (Ohmomo dkk. 2002).
Tabel 2. Mikrooragnisme yang Mungkin Terdapat Selama Ensilase
| Organisme | kondisi yang diperlukan | produk/efek utama |
| BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) | Anaerobik; pelayuan hijauan diperlukan; hijauan dipotong untuk perkembangan BAL yang cepat |
|
| Clostridia | Anaerobik; hijauan segar. |
|
| Enterobacteria | Anaerobik; pH optimum 7.0; aktif pada fase awal fermentasi | Asam asetat, ethanol, CO2 H2 dan NH3. |
| Listeria | Aerobik; pH di atas 5.5; tumbuh pada silase dengan temperatur rendah dan BK tinggi | Listeriosis, terutama pada domba. |
| Fungi | Aerobik; aktif pada lapisan atas silase | Spora dan mikotoksin |
Kadar air rumput saat dipanen sekitar 90% dan segera turun menjadi 60-70% setelah dikeringkan 1 sampai 2 hari. Namun perlu diingat bahwa pembuatan silase ditujukan untuk mengawetan hijauan saat produksi melimpah dan produksi hijauan berlebihan biasanya pada musim hujan. Kondisi ini jelas menyulitkan dalam pengeringan untuk mencapai kadar air ideal pembuatan silase 60-65%. Oleh karenanya inokulan bakteri yang dipilih harus dapat menghasilkan asam laktat dengan cepat dengan kadar air yang lebih tinggi dari yang ideal.
Tabel 3. Beberapa Produk Akhir Proses Fermentasi
| Item | Pengaruh | Kerja |
| pH | + | pH rendah menghambat aktivitas bakteri |
| Asam Laktat | + | Menghambat aktivitas bakteri dengan menurunkan pH |
| Asam Asetat | – | Berhubungan dengan fermentasi yang merugikan |
| + | Menghambat pembusukan aerobik oleh yeast | |
| Asam Butirat | – | Berkaitan dengan degradasi protein, pembentukan toksin dan meningkatkan kehilangan bahan kering dan energi |
| Ethanol | – | Petunjuk terjadinya frementasi oleh yeast dan kehilangan bahan kering yang tinggi |
| Amonia | – | Menunjukan pemecahan protein |
| AcidDetergent Insoluble Nitrogen (ADIN) | – | Menunjukkan kerusakan protein karena panas dan rendah kandungan energi |


