Loading Now
×

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

IV. ASPEK MIKROORGANISME PENYIMPANAN

Mikroorganisme merupakan salah satu kontaminan biologi lingkungan alami dan terdapat pada semua jenis bahan pakan. Mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan atau merugikan disebut patogen. Beberapa spesies kapang dan jamur merupakan patogen yang dapat merusak dan menurunkan kualitas bahan pakan. Kerusakan yang ditimbulkan berupa kerusakan fisik dan kimiawi. Sejumlah kapang menghasilkan toksin yang berbahaya bagi ternak dan manusia yang mengkonsumsinya.

4.1. Mikroorganisme Perusak Bahan Pakan

Mikroorganisme perusak bahan pakan dapat berupa bakteri, khamir, kapang dan jamur. Intensitas serangan bakteri dan khamir terhadap bahan pakan yang disimpan jarang terjadi. Kerusakan lebih sering terjadi olah serangan kapang dan jamur.

Bakteri dapat berbahaya tetapi dapat juga bermanfaat. Karakteristik bakteri yang penting adalah besarnya kemampuan untuk berkembang biak dan menghasilkan racun yang mematikan. Bakteri yang dapat menjadi kontaminan dalam penyimpanan bahan pakan adalah Salmonella, Escherichia coli, Bacillus cereus dan Listeria monocytogenesis, Keberadaan bakteri dalam bahan pakan yang disimpan mengindikasikan telah terjadi serangan lebih awal oleh burung dan tikus yang dapat terjadi selama proses pemanenan, pengangkutan dan penyimpanan dan produksi.

Bakteri Salmonella merupakan salah satu bakteri yang paling umum terdapat di dalam bahan baku. Bakteri Salmonella bisa ditemukan pada tiap tahapan dalam proses produksi, pengepakan, pengangkutan dan penyimpanan. Bahan pakan seperti tepung ikan, tepung darah, tepung tulang beresiko tinggi untuk dicemari oleh Salmonella. Salmonella biasanya tidak mempengaruhi rupa, bau atau rasa dari pakan sehingga sulit dideteksi secara sederhana.

Proses penggilingan bahan pakan sebelum disimpan diduga turut memberikan kontribusi terhadap masuknya mikroorganismeke dalam bahan baku.

Kapang dan jamur merupakan mikroorganisme utama penyebab kerusakan bahan pakan. Kapang digolongkan menjadi kapang lapangan yang merusak tanaman, kapang gudang yang merusak bahan pakan yang disimpan dan kapang busuk lanjut yang menyerang biji-bijian. Kapang dari genus Aspergillus, Fusarium dan Penicillium merupakan kontaminan utama dalam bahan pakan yang disimpan.

4.2. Kerusakan Akibat Mikroorganisme

Serangan bahan pakan oleh mikroorganisme dapat menyebabkan perubahan fisik yang terjadi sebagai akibat langsung dari pertumbuhan kapang dan jamur. Bahan pakan yang diserang kapang dapat mengalami perubahan bentuk, warna, rasa dan bau. Perubahan bentuk terjadi karena adanya penggumpalan terhadap bahan yang diserang.

Aktivitas kapang di dalam bahan pakan yang disimpan tidak dapat diketahui sampai terjadinya kerusakan yang serius. Kapang melakukan aktifitas tidak pada bagian permukaan tetapi pada bagian dalam tempat penyimpanan.

Fungi tidak aktif pada bahan pakan dengan kadar air rendah, tetapi peningkatan kadar air bahan akan merangsang perkembangan spora. Setiap fungi memerlukan tingkat kadar air dan temperatur yang spesifik untuk perkecambahan dan perkembangan. Untuk berkembang fungi akan menghancurkan nutrien dengan bantuan aktivitas enzimnya dan menghasilkan air yang memungkinkan peningkatan kolonisasi. Aktivitas dan respirasi mikroorganisme dan serangga yang berlangsung di dalam tempat menyimpanan dapat menghasilkan panas, meningkatkan suhu dan membentuk titik panas. Peningkatan panas akan mampu memicu peningkatan kadar air. Puncak produksi panas terjadi pada suhu 27oC dan kadar air 27%. Interaksi suhu dan kadar air yang meningkat memacu perkembangan dan pertumbuhan kapang. Pengaruh terhadap bahan pakan adalah penurunan kualitas akibat perubahan komposisi dan serangan kapang yang makin meningkat, kehilangan berat dan pada kondisi tertentu produksi panas yang berlebihan dapat menyebabkan kebakaran.

Akibat lain yang lebih berbahaya adalah kerusakan secara kimiawi sebagai akibat dari produksi metabolit yaitu mikotoksin. Mikotoksin (mycotoxin, myco: fungi, kapang, atau jamur; toxin: racun) merupakan produk metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang yang tumbuh pada substrat organik. Produk ini tidak tidak esensial bagi pertumbuhan organisme itu sendiri dan memberi pengaruh negatif tehadap yang mengkonsumsinya.

DAFTAR ISI

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13