Loading Now
×

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

I. PENDAHULUAN

Kerusakan bahan pakan selama penyimpanan dipengaruhi oleh interaksi kondisi bahan pakan, kondisi lingkungan dan organisme (mikroorganisme, serangga dan rodenta) perusak kualitas bahan pakan. Kerugian yang ditimbulkan selama penyimpanan akibat interaksi tadi berupa kehilangan berat, penurunan kualitas, peningkatan resiko terhadap kesehatan dan kerugian ekonomis.

Bahan pakan berlemak tinggi (tepung ikan, bekatul, bungkil kelapa) sering mengalami ketengikan akibat oksidasi. Proses oksidasi menjadi lebih aktif dengan peningkatan suhu dan kelembaban dalam gudang.

Berbagai kerusakan bahan pakan yang terjadi selama penyimpanan secara umum disebabkan oleh jamur, serangga dan tikus. Laju reproduksi dan pertumbuhan organisme ini dipengaruhi oleh kadar air, temperatur dan lama penyimpanan bahan.

Tingkat kontaminasi oleh jamur sebagian besar ditentukan oleh suhu penyimpanan dan ketersediaan air dan oksigen. Jamur dapat tumbuh pada kisaran suhu yang luas, tetapi pertumbuhan jamur akan mengalami penurunan seiring dengan penurunan suhu dan ketersediaan air.

Interaksi antara suhu dan kandungan air bahan baku juga mempengaruhi tingkat kolonisasi jamur. Perubahan air bahan menjadi fase uap didorong oleh peningkatan suhu. Akibatnya, kandungan air dan pertumbuhan jamur akan meningkat dengan meningkatnya suhu penyimpanan.

Serangga dan kutu (arthropoda) mempunyai kontribusi yang besar terhadap kerusakan bahan pakan baik kerusakan fisik maupun kehilangan kandungan zat makanan akibat aktivitasnya.

Bahan pakan secara umum tidak akan diserang oleh serangga pada suhu di bawah 17oC, sedang serangan kutu dapat terjadi pada suhu 3 – 30oC dan kadar air di atas 12 persen. Aktivitas metabolik serangga dan kutu menyebabkan peningkatan kadar air dan suhu bahan pakan yang dirusak. Arthropoda juga dapat bertindak sebagai pembawa spora jamur dan kotorannya digunakan sebagai sumber makanan oleh jamur.

Faktor fisik lingkungan (suhu, kelembaban relatif, dan kadar air bahan pakan) mempengaruhi kehidupan serangga. Pertumbuhan, aktivitas dan perkembang biakan serangga dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Suhu yang rendah akan menekan perkembangbiakan dan aktivitas serangga sehingga pertumbuhannya menurun.

Tabel 1. Kadar air dan kerusakan bahan pakan

Kadar air (%) Kerusakan
< 8 Tidak ada aktivitas, kecuali tikus
8-14 Gangguan serangga, tikus
14-28 Serangga, jamur, tikus
20-25 Serangga, jamur, bakteri, tikus
>25 Bakteri, tikus dan biji akan tumbuh

Organisme perusak bahan pakan secara umum dikelompokkan menjadi hama dan patogen. Hama diartikan sebagai hewan atau binatang perusak, dari yang berukuran tubuh kecil hingga berukuran besar. Patogen merupakan mikroorganisme yang merugikan. Organisme yang paling sering menyebabkan kerusakan bahan pakan, baik secara fisik maupun kimia adalah serangga, rodentia dan mikroorganisme.

DAFTAR ISI

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13