Loading Now
×

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

KERUSAKAN BAHAN PAKAN SELAMA PENYIMPANAN

3.2. Perkembangbiakan dan Perilaku Tikus

Tikus pada habitat alam mempunyai umur yang relatif pendek yaitu sekitar satu tahun namun tikus merupakan hewan prolifik. Tingkat kematangan seksual dan siap berkembang biak tikus pada umur 1.5-5 bulan. Kebuntingan tikus selama 21 hari. Jumlah anak sekelahiran selalu berjumlah genap dengan jumlah betina sama dengan jumlah jantan. Tikus betina mampu mempunyai frekuensi kelahiran sebanyak 4-5 kali sepanjang hidupnya dengan rata-rata anak tikus yang hidup sekitar 6 ekor per kelahiran.

Musim sangat mempengaruhi perkembang-an populasi tikus. Hal ini terkait dengan ketersediaan bahan makanan dan kondisi iklim. Musim hujan yang diidentikkan dengan musim tanam dan panen memacu perkembangan populasi tikus.

Tikus memiliki indera penciuman, peraba dan pendengaran yang peka tetapi mempunyai indra penglihatan yang rendah dan buta warna.

Tikus hama merupakan hewan omnivora dan akan memilih makanan yang disukai jika tersedia banyak pilihan. Tikus menyukai bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Jumlah konsumsi makanan bervariasi yang dipengaruhi oleh genetik, pembiasaan, cuaca dan faktor lain.

Tikus melalukan aktivitasnya pada saat gelap. Puncak aktivitas terjadi setelah matahari tenggelam dan sebelum matahari terbit. Tikus yang lapar atau dalam kondisi yang kacau dapat melakukan aktivitasnya pada siang hari.

Tikus mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru secara cepat dan mobilitas yang tinggi yang memungkinkan berpindah ke daerah lain yang lebih disukai. Tikus menyukai tempat dengan banyak persediaan makanan dan vegetasi yang dapat memberikan makanan dan perlindungan.

3.3. Kerusakan Akibat Serangan Tikus

Kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tikus terjadi terhadap bahan pakan dan perlengkapan bangunan dan tempat penyimpanan. Tikus memakan dan merusak bahan makanan. Tikus mengkonsumsi bahan makanan ekuivalen dengan 7 persen berat badan per hari. Tikus dengan berat badan 300-350 gram mampu mengkonsumsi bahan makanan sekitar 20-25 gram per hari atau sekitar 7-9 kg per tahun. Kerusakan bahan makanan yang ditimbulkan bukan semata karena jumlah bahan makanan yang dikonsumsi tetapi juga akibat kontaminasi oleh feses, urin dan bulu. Kontaminasi bahan makanan akan menurunkan kualitas bahan.

Kebiasaan untuk mengerat dan membuat lubang menyebabkan kerusakan perlengkapan bangunan penyimpanan. Tikus membuat lubang pada karung dan dapat merusak kabel listrik. Tikus juga bertanggung jawab terhadap proses penularan berbagai jenis penyakit berbahaya ke manusia seperti tifoid, paratifoid dan scabies.

3.4. Tanda Serangan oleh Tikus

Keberadaan dan serangan tikus dapat dideteksi dengan beberapa cara. Indikator yang mudah dilihat adalah kerusakan pada bahan, adanya lubang dan jejak kaki.

Tikus merupakan hewan yang melakukan aktivitas pada malam hari. Aktivitas tikus yang terlihat pada siang hari menunjukkan telah terjadi serangan tikus yang serius.

Tikus biasa meninggalkan feses disekitar area yang dilaluinya. Bentuk, ukuran dan penampilan feses dapat memberikan informasi spesies tikus dan waktu serangan.

  • feses tikus coklat (tikus Norwegia) berukuran panjang 20 mm ditemukan sepanjang jalan yang dilalui
  • feses tikus hitam  15 mm dan berbetuk seperti pisang.
  • feses mencit  panjang antara 3 and 8 mm dan berbentuk tidak beraturan
  • feses segar lembut dan berkilau dan seperti crumble setelah 2 – 3 hari.

Tikus coklat selalu berjalan sepanjang dinding, kandang atau piung-puing dan tidak pernah memotong jalan terbuka. Tikus hitam tidak mempunyai jalan yang tetap.

Tikus meninggalkan jejak kaki dan ekor pada debu. Ukuran belakang kaki memberikan petunjuk spesies tikus.

  • ukuran lebih besar dari 30 mm: tikus hitam, tikus coklat, tikus wirok
  • ukuran lebih kecil dari 30 mm: mencit, tikus semak

DAFTAR ISI

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13