Loading Now
×

EVALUASI PAKAN SECARA IN SACCO

EVALUASI PAKAN SECARA IN SACCO

P = a + b ( 1 – e-ct )

P : kecernaan bahan pakan setelaw waktu inkubasi t jam
a : jumlah bahan pakan yang dari kantong saat 0 jam
b : jumlah bahan yang hilang dari kantong selama inkubasi t jam
c : konstanta laju keceernaan
e : natural logaritma

Koordinat dalam semi logaritma antara persentase komponen yang tinggal dengan lama waktu inkubasi, sesuai dengan persamaan garis regresi linier dapat dibuat jika jumlah pakan yang hilang dari kantong nylon dapat diketahui. Nilai slope komponen eksponensial dapat diketahui, dimana nilai ini memberikan gambaran laju degradasi komponen-komponen yang ada dalam pakan yang diuji.

Dengan megetahui nilai fraksi terlarut pada 0 jam (a) dan fraksi yang terdegradasi pada waktu tertentu. maka dapat ditentukan laju degradasinya. Data yang diperoleh dengan teknik in sacco dapat diolah dengan paket program NAWAY untuk mengestimasi parameter ‘c’. Jika tidak ada program komputer, perhitungan dapat dilakukan secara manual. Gambar 13 memberikan contoh kurva laju degradasi suatu bahan pakan. Misalkan nilai intersep ‘a’ adalah 6, asimptot (a + b)=92 sehingga nilai b = 86 (92 – 6). Ambil satu nilai pada kurva dimana degradasi paling cepat (misal: t = 8) = 48.

Contoh Kurva Laju Degradasi Bahan Pakan

Persamaan P= a+b(1–e-ct ) dapat diubah menjadi P= (a + b) – be-ct. Lebih lanjut persamaan tersebut menjadi e-ct = [(a + b) – P]/b. Jika angka hipotesis yang telah ditentukan tadi dimasukkan ke dalam persamaan, maka e-ct = [(6+86) – 48]/86 = 0.512, agar dapat dihitung maka diambil logaritma natural (ln) sehingga -ct = ln(a + b – P)/b = ln 0.512 = -0.669, maka laju degradasi dapat ditentukan yang besarnya c = [ln(a + b – P)/b]/-t = -0.669/-8 = 0.084.

Dari sekian banyak laporan penelitian yang menggunakan sampel hijauan, persamaan di atas menghasilkan nilai estimasi yang cukup akurat. Tetapi apabila menggunakan sampel konsentrat dengan ukuran yang kecil, maka akan timbul dua kemungkinan yaitu (a). fraksi yang tidak larut dapat didegradasi tergantung pada laju degradasi atau (b). fraksi tersebut mengalir keluar rumen dan tergantung pada nilai laju aliran (outflow rate). Untuk menerangkan 2 hal tersebut, maka digunakan istilah degradabilitas efektif (P) yang mencerminkan fraksi yang sesungguhnya didegradasi di dalam rumen. Persamaan yang digunakan adalah :

P = a + bc/(c + k)

Nilai degradasi efektif tergantung pada kelarutan sampel (a), laju degdarasi (c) dan outlow rate partikel kecil meninggalkan rumen (k). Dari persamaan secara jelas dapat dilihat bahwa degradasi efektif (P) akan menurun jika nilai k meningkat, artinya semakin cepat fraksi pakan meninggalkan rumen, maka semakin hilang kesempatan mikroba rumen untuk melakukan fermentasi sehingga proses degradasi tidak berjalan secara efektif.

Pada ternak ruminansia daya cerna keseluruhan zat-zat makanan dari suatu bahan makanan ternak dapat diestimasikan dari nilai t½ bahan kering yang dimilikinya. Waktu paruh yang lama menunjukkan pelannya kecepatan pencernaan di dalam rumen. Lama waktu dimana setengah bagian dari bahan pakan yang diuji dengan teknik ini telah mengalami degradasi di dalam rumen disebut waktu paruh (t½). Untuk menghitung waktu paruh dapat digunakan rumus sebagai berikut :

t½ = ln 2/b jam = 0.6931/b

dimana b merupakan slope komponen eksponensial yaitu berupa nilai koefisien regresi hubungan antara lama waktu inkubasi dengan persentase dari komponen bahan pakan yang tinggal di dalam kantong nylon.

Pages: 1 2 3 4 5